Harapan dan Kebebasan, The Shawshank Redemption

Standard

drenched in freedom

oleh kontributor tamu: William Surya Darma

Ada satu pertanyaan yang akan anda jawab dengan mudah jika saya tanyakan : “Sebutkan 10 Film yang bertema penjara!”.  Bagaimana ? anda kemungkinan besar bisa menyebutkannya dengan cepat dan lantang. Tapi bagaimana kalau saya ganti pertanyaannya menjadi : “Sebutkan 5 Saja Film bertemakan penjara yang berkualitas tinggi menurut banyak kalangan!”.  Sedikit Kesulitan? Kalau begitu izinkan saya untuk mengenalkan satu film kepada anda, The Shawshank Redemption. Film yang dirilis Tahun 1994 oleh Castle Rock Entertainment ini diadaptasi dari salah satu buku yang ditulis oleh salah seorang novelis terbaik yang pernah hidup, Stephen King. Praktis, sebelum film ini dirilis, nama yang dipandang bukanlah nama sang sutradara, Frank Darabont, yang kala itu belum teruji dalam membuat film (kedepannya Frank Darabont menyutradarai satu lagi film bermutu bertema penjara, The Green Mile), tentu saja nama besar yang dipandang adalah Stephen King dan Morgan Freeman. Beruntung, semua nada keraguan sirna begitu tanggal perilisan, banyak kalangan (kritikus, wartawan, penonton awam) tidak berhenti dalam memberi film ini kredit plus dan pujian-pujian yang pada akhirnya membuatnya mendapatkan 7 nominasi Oscar yang sayangnya tidak ada satupun yang dimenangkan.

Bersetting pada tahun 1947, Andy Dufresne adalah seorang bankir yang dituduh melakukan pembunuhan kepada istrinya serta selingkuhan istrinya dengan motif dan bukti yang kuat. Oleh karena itu, ia harus menjalani hukuman di sebuah penjara bernama Shawshank, dimana Andy selalu bersikeras bahwa ia tidak membunuh Istrinya serta selingkuhan istrinya. Andy sendiri memiliki sifat yang tertutup serta sedikit sulit bergaul, ia lebih senang menyendiri, membaca, atau memahat batu. Sampai suatu saat, hidupnya di Shawshank sedikit ‘cerah’ sejak ia bertemu dengan Red, yang sudah menjalani masa 30 tahun penjara di Shawshank. Andy belajar banyak hal dari Red, mereka menjadi sahabat yang sangat dekat dan memberikan kesan hangat untuk kita yang menontonnya.

Harapan, harapan dan harapan. Inti dari film ini adalah harapan dan usaha. Sebuah harapan agar dia bisa dipercaya bahwa ia tidak bersalah dan sebuah (atau mungkin banyak) usaha untuk mewujudkannya. Andy tidak pernah menyerah dengan harapan dan usaha, tidak sekalipun, bahkan pada saat dia benar-benar jatuh, bahkan saat dia benar-benar kesulitan. Itu salah satu yang saya anggap ‘luar biasa’ dari banyak hal luar biasa yang tidak ada habisnya jika saya jabarkan satu-satu. Penanaman sebuah rasa penasaran dari awal sampai pertengahan film, dijawab dengan Sempurna dan anggun,  bahkan saya sempat terharu sampai ingin rasanya memeluk Andy dan berbisik ke telinganya : “ Teach Me”.  Oke, harus diakui *sambil mengangkat topi* disini walaupun saya salah satu fans berat Morgan Freeman, tetapi mahkota akting terbaik untuk film ini memang harus saya letakkan ke kepala Tim Robbins yang seakan-akan terlahir untuk dicasting menjadi pemeran Andy Dufresne. bisa dibilang tanpa cela, hanya dengan melihatnya sejenak saja, sudah cukup menunjukkan seolah-olah dia adalah seorang yang innocent, punya kemauan kuat, dan Harapan tanpa batas yang selalu dipegang (sekaligus sosok seorang yang cerdas).

The Shawshank Redemption adalah sebuah film yang sangat berpengaruh untuk saya, Membuka mata saya akan arti dari sebuah film berkualitas dan akan sebuah Harapan. Untuk selanjutnya, setelah review ini anda baca, semoga mata anda yang akan terbuka.

The Shawshank Redemption: 9.6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s